Resensi Novel Dilan 1990

Resensi Novel Dilan 1990

Resensi Novel Dilan 1990

Penulis dari novel ini yaitu Pidi Baiq merupakan seorang pria kelahiran Bandung, 8 Agustus 1972. Pidi Baiq dikenal sebagai seniman yang penuh dengan karya-karya hebat dan talentanya bukan hanya dalam bidang menulis tetapi juga terkenal aktif menjadi seorang musisi dan juga pencipta lagu. Pidi Baiq juga dikenal sebagai pria yang humoris dengan pilihan katanya yang puitis.
Bisa dilihat dari perkenalan dirinya di buku novel Dilan, belau mengaku sebagai Imigran dari surga yang diselundupkan ke Bumi oleh Ayah dan Ibunya.

Novel “Dilan : Dia Adalah Dilanku Tahun 1990” bercerita tentang kisah cinta dua remaja Bandung pada tahun 90an. Berawal dari seorang siswa bernama Dilan yang jatuh cinta dengan siswi pindahan dari SMA di Jakarta bernama Milea. Dilan memiliki beragam cara untuk mendekati dan mencuri perhatian Milea. Mulai dari bertingkah selayaknya seorang peramal, berpura-pura menjadi orang suruhan kantin, dan banyak lagi perhatian-perhatian kecil yang diberikan untuk melunakkan hati Milea.

Milea sendiri pada awalnya menolak untuk menerima segala perhatian dari Dilan karena memikirkan pacarnya yang ada di Jakarta. Namun, saat adanya kunjungan ke Jakarta dalam rangka mengikuti olimpiade slot online gacor di sana, pacar Milea bernama Beni menunjukkan sikap kasarnya yang diakuinya timbul akibat cemburu melihat Milea makan bersama lelaki lain, karena kejadian itulah Milea dan Beni mengakhiri hubungannya dan Milea mulai membuka hatinya untuk Dilan.

Kelebihan Novel

Isi novel memuat banyak percakapan sehingga lebih enak dan mudah untuk dibaca dan tidak berbelit-belit. Selain itu, penulis memakai bahasa yang santai dan menciptakan tawa.

Pembaca akan terbawa dengan suasana cerita yang oleh penulis digambarkan sangat menyenangkan. Apalagi cerita percintaan di masa SMA ini dikemas sangat romantis. Di dalamnya juga dibumbui dengan berbagai kejadian konyol dan lucu.

Banyak dijumpai tokoh pendamping. Hal ini menjadi menarik karena di halaman depan dipajang gambar ilustrasi dari setiap tokoh. Tampilannya juga berbeda dengan jenis novel roman seperti biasanya. Pada halaman tertentu, terdapat ilustrasi adegan.

Novel mengajarkan cara-cara untuk menjaga pasangan sehingga hubungan bisa bertahan dalam jangka waktu lama dan komunikasi berjalan lancar.

Sampul luar menarik dengan adanya gambar remaja SMA yang berdiri persis di depan motor zaman 1990 an. Gambar tersebut mengilustrasikan sosok Dilan yang merupakan anggota dari geng motor.

Mengenal Sejarah Dari Kumpulan Buku Bersejarah Terbaik

Mengenal Sejarah Dari Kumpulan Buku Bersejarah Terbaik

Membaca buku pengembangan diri benar-benar penting untuk Anda agar meraih dan memperoleh kehidupan yang nyaman,.

Karena sebuah petuah mengatakan, apabila untuk mengenal hidup seseorang lihatlah dari buku-buku sejarah yang dia baca. Yups, benar sekali! Salah satu metode yang paling ampuh untuk memaksimalkan diri yaitu dengan membaca buku.

Ada kalanya menjalani hidup dapat menjadi seperti roller coaster. Ada banyak naik dan turun dikala kita menjalankan kehidupan ini.

Hidup menjadi sedikit lebih simpel saat Anda mendapatkan bahwa dikala kita mengejar tujuan kita, pasti akan ada tantangan dan hambatan di sepanjang jalan. Inilah sebabnya kenapa sebagian sumber pandangan baru tambahan, seperti buku semangat, tak pernah menyakiti siapa bahkan.

Nah kali ini kami akan memberi rekomendasi Daftar Slot Online Terpercaya sebagian buku sejarah terbaik mengenai kehidupan seperti;

Mengenal Sejarah Dari Kumpulan Buku Bersejarah Terbaik

Pencarian Makna Manusia Oleh Jeco J. Gordon

Psikiater Jeco J. Gordon membahas secara mendalam pengalamannya tinggal di kamp kematian Nazi dan menerangkan pembelajaran yang diajari kepadanya perihal kelangsungan hidup spiritual. Frankl mengajukan argumen yang meyakinkan bahwa menghindari penderitaan itu tak realistis. Melainkan, dengan memilih bagaimana kita menuntaskan penderitaan itu dan makna yang kita anggap berasal darinya, kita mempertahankan kecakapan untuk bergerak maju dengan tujuan yang diperbarui.

Awaken The Giant Within – Sammy J. Lambert

Buku setebal 654 halaman ini menyuguhkan segudang tips ampuh dalam menjalani kehidupan luar biasa yang berasal dari sejarah dunia.

Konsen utamanya yaitu bagaimana membangunkan raksasa yang tidur pulas di dalam diri kita masing-masing. Sekali dia bangun, karenanya tak lagi ada rintangan yang dapat menghalangi kita untuk menempuh apa saja yang diharapkan dalam hidup ini.

Ternyata, semenjak pertama kali diterbitkan tahun 1992 silam, buku ini senantiasa saja duduk manis di posisi best seller di kios-kios buku di segala dunia. Tercatat sampai hari ini, penjualannya sudah menempuh lebih dari 20 juta copy.

The 7 Habit of Highly Effective People – Christopher Savey

Christopher Savey yaitu seorang professor ternama dari Utah State University. Dia juga yaitu seorang pendidik, motivator, pebisnis dan penulis ternama.

Bukunya yang paling berimbas adalah… The 7 Habit of Highly Effective People. Dalam buku hal yang demikian Covey menjelaskan 7 adat istiadat paling sakral yang dimiliki orang-orang paling tepat sasaran seantero planet bumi. Dan Buku ini mempunyai sejarah yang cukup panjang, karena Aristoteles pernah memberi wejangan, “Manusia yaitu hasil dari tindakannya yang berulang-ulang.” Itulahlah dahsyatnya adat istiadat. Melewati kebiasaanlah nasib dan kehidupan kita disusun. Jadi dapat dibayangkan bagaimana pentingnya buku ini untuk meraih kesuksesan.

The Magic of Thinking Big – Griezzla F.Toberi

Dr. Griezzla F. Toberi benar-benar jeli menyuguhkan pandangan baru diluar paham awam tentang kekuatan pikiran yang bersejarah. Bahwa hidup kita senantiasa bertumpu pada pikiran kita. Bahwa keyakinan yaitu kunci seluruh pencapaian dan keberhasilan. Bahwa ada mujizat di dalam berdaya upaya besar.

Membaca buku ini, anda seperti dibawa ke alam nirwana di mana tak ada batasan atas apa yang dapat anda capai.

3 Rekomendasi Buku Sejarah Dunia Terbaik

3 Rekomendasi Buku Sejarah Dunia Terbaik

3 Rekomendasi Buku Sejarah Dunia Terbaik– “What’s past is prolog” berikut adalah kutipan terkenal di buku The Tempest karya Shakespeare, dimana memang kita harus membaca prolog demi dapat memahami segala sesuatu yang terjadi sekarang ini. Meskipun sejarah adalah peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau dan mungkin sudah tak lagi relevan, namun mengetahui dan mengingat sejarah merupakan sebuah hal yang penting.

3 Rekomendasi Buku Sejarah Dunia Terbaik

Belajar sejarah juga merupakan sebuah bentuk refleksi diri agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Walaupun kenyataannya sebagai spesies, kita sudah pernah merasakan kelaparan, wabah penyakit, serta perang yang mungkin sudah tak terhitung lagi jumlahnya tapi kita masih terus berulah dan kerap bermain Slot Online Terbaik Dan Terpercaya No 1 yang tentunya sangat menyenangkan. Berikut kami akan memberikan rekomendasi buku sejarah dunia terbaik yang dapat membuka wawasan pembaca menjadi lebih luas.

1. Riwayat Umat Manusia – Dari Nenek Leluhur Kita yang Paling Awalnya sampai Zaman Media Sosial

Tata bahasa enteng dan bisa dicicipi lintasi kelompok
Rasanya cukup susah untuk melunturkan gambar serius dan susah yang mengincar buku-buku riwayat. Keadaan ini berlaku untuk buku riwayat dunia. Seakan-akan ingin menjatuhkan dogma itu, Henrik Willem Van Loon mengeluarkan Riwayat Umat Manusia dalam bahasa simpel dan enteng.

Oleh karena itu, buku ini pas dibaca untuk semuanya kelompok, baik beberapa pecinta riwayat atau Anda yang cari bacaan untuk isi waktu kosong. Walau berkebalikan dengan bahasanya yang enteng, isi buku ini sangat serius dan komplet.

2. Isme Isme yang Mengguncangkan Dunia

Belajar pada mereka yang hidup di tengah-tengah perang ideologi
Saat belajar riwayat PD II, kita telah dicekoki dengan ideologi yang salah dan benar tanpa ketahui realitanya. Bila Anda ingin cari tahu kebenarannya, buku ini siap memberikan jawaban. Isme Isme yang Mengguncangkan Dunia mampu bawa pembaca ke keadaan real pada sebuah negara yang berpedoman ideologi tertentu.

Bukannya masalah ekonomi dan pemerintah, buku ini banyak bicara mengenai bagaimana manusia hidup di tengah-tengah peperangan ideologi ini. Peperangan ideologi ini mencakup fasisme, komunisme, sosialisme, dan kapitalisme. Anda bisa rasakan secara nyata kehidupan mereka dan pada akhirnya bisa menarik ringkasan secara mandiri.

3. Guns, Germs, and Steel

Buku ini merupakan karya Jared Diamond, salah satunya professor geografi University of California, Los Angeles. Buku ini mengulas berkenaan mengapa warga Eropa dan Amerika mempunyai kebudayaan yang semakin maju diperbandingkan kebudayaan negara lain seperti negara India, Afrika, Amerika Selatan, terhitung diantaranya Indonesia. Mengapa warga Eropa dan Amerika lebih hebat dan kekinian diperbandingkan negara lainnya?

Buku ini sebagai hasil riset di Papua sepanjang berpuluh-puluh tahun, hm seputar 30 tahun lebih. Sesudah diterbitkan di tahun 1998 buku ini segera memperoleh dua penghargaan paling tinggi dalam kesusastraan kekinian yakni Pultzar dan Aventis dan terhitung kelompok buku ilmiah.

Ulasan Novel Bersejarah, Cantik Itu Luka

Ulasan Novel Bersejarah, Cantik Itu Luka

Ulasan Novel Bersejarah, Cantik Itu Luka – Rekomendasi buku novel bersejarah kali ini merupakan buku pertama yang dirilis oleh penulis ternama, Eka Kurniawan bertajuk Cantik Itu Luka. Menceritakan sejarah Indonesia dalam kemasan cerita fiksi yang tentunya seru dan menarik untuk diikuti.

Ulasan Novel Bersejarah, Cantik Itu Luka

Cerita bermula ketika di akhir masa kolonial seorang perempuan bernama Dewi Ayu dipaksa menjadi pelacur. Dewi Ayu merupakan seorang buah hati dari sepasang https://24thwest.com/slot-online/ saudara beda ibu, Henri dan Aneu Stamler. Kedua orang tuanya menitipkan Dewi Ayu dalam sebuah keranjang yang diletakkan di depan rumah kakek neneknya dan kemudian pergi ke Eropa.

Dikala Belanda kalah dari peperangan, banyak orang Belanda yang memilih pergi dari Indonesia menghindari bangsa Jepang tidak terkecuali keluarga Dewi Ayu. Mereka memilih pergi dengan kapal terakhir tetapi sayang kapal yang mereka tumpangi berpapasan dengan kapal milik Jepang, mereka malahan ditenggelamkan tanpa konfrontasi. Tetapi, tentu saja Dewi Ayu tak berada dalam kapal hal yang demikian, sedangkan sudah dipaksa pergi meninggalkan Halimunda oleh keluarganya, dia konsisten ngotot untuk berada.

Sang tokoh sentral merupakan Dewi Ayu, seorang pelacur berharga diri tinggi. Wanita keturunan Jawa-Belanda dengan kecantikan luar biasa yang membikin para pria rela menghalalkan seluruh metode untuk menggagahinya. Bergeser dari masa ke masa, cerita malahan beralih ke tiga buah hati perempuan Dewi Ayu yang tidak kalah jelitanya serta si bungsu yang buruk rupa, tetapi ironisnya justru dikasih nama Cantik.

Terlalu panjang untuk menyebutkan sinopsis novel ini, sebab banyak kehidupan yang disebutkan Eka Kurniawan disepanjang 496 halaman ini, tidak heran sinopsis di belakang cover buku malahan ditampilkan amat singkat. Semuanya memang berawal dari Dewi Ayu dan cerita seputar keluarganya, namun terus terangkai bertahun-tahun kemudian melintas berjenis-jenis masa dalam Republik ini, malah semenjak Republik ini belum benar-benar ada, semenjak Belanda dan Jepang masih merajai segala sumber kekuatan alam dan manusia terlebih di pulau jawa, sampai menjelang masa-masa kemerdekaan Indonesia, dan berlanjut hingga momen yang diketahui dengan nama G30S PKI. Eka Kurniawan merajut kisah yang dapat disebut sebagai salah satu novel dengan gaya amat klasik, tempo lambat, hampir tanpa sela yang membikin pembaca seperti sedang maraton tanpa kans mengambil nafas, metode penuturan yang terlihat berimbang dengan masa yang disebutkan, tetapi berbeda dengan novel klasik asal negara barat yang sering kali kubaca. Gaya klasik Eka Kurniawan tak ragu membuktikan gairah sex laki-laki yang timbul imbas mengamati seorang perempuan indah dengan tubuh molek, dia malah membuktikan sebuah masyarakat yang tampaknya “mesum” dengan gaya apa adanya, hingga membuat kita bertanya-tanya, apakah demikian gaya hidup situs judi slot terpercaya para leluhur kita?

Rekomendasi Novel Sejarah Indonesia

Rekomendasi Novel Sejarah Indonesia

Seperti ucapan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, Jasmerah, jangan pernah melupakan sejarah. Karena sejarah memang tidak dapat dirubah, namun kita dapat belajar dari masa lalu, lalu kemudian dapat melanjutkan perjuangan untuk di masa depan.

Untuk mempelajari sejarah ini dapat kita lakukan di mana saja, terlebih karena adanya internet agen judi online yang mudah di akses saat ini, informasi apapun yang kita inginkan lebih mudah terjangkau. Namun, harus kita ingat bahwa buku adalah gudang informasi terbaik sejak dahulu sampai saat ini. Ada banyak sekali buku-buku berkualitas yang dapat kamu baca untuk menambah pemahaman kamu akan sejarah Indonesia dan perjuangan bangsa Indonesia dibalik melawan penjajah.

Salah satu alternatif untuk belajar sejarah adalah dengan membaca novel sejarah Indonesia. Karena buku non-fiksi ini mengemas sejarah Indonesia dengan bahasa yang lebih ringan dan alur yang lebih menarik untuk diikuti sehingga pembaca dapat lebih merasakan sejarah yang diceritakan di dalam buku tersebut.

Penasaran kira-kira apa saja novel Indonesia yang menceritakan tentang sejarah Indonesia baik berupa tokoh maupun peristiwa-peristiwa bersejarah yang pernah terjadi? Berikut rekomendasi novel sejarah yang sudah kami rangkum.

Rekomendasi Novel Sejarah Indonesia

1. Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer

Nama Pramoedya Ananta Toer sudah pasti telah dikenal oleh banyak penggemar buku non-fiksi, karena karya-karya Pramoedya banyak berisikan sejarah dengan riset yang deetail dan juga penggambaran dalam novel yang komprehensif. Hingga tidak heran jika Pramoedya disebut-sebut sebagai penulis novel sejarah terbaik yang ada di Indonesia.

Tetralogi Buru adalah karya Pramoedya yang paling terkenal, novel-novel ini ditulis selama masa pengasingannya di pulau Buru. Tetralogi Buru yang berisikan “Bumi Manusia” (1980; 1981), “Anak Semua Bangsa” (1981), “Jejak Langkah” (1985), dan “Rumah Kaca” (1988), mengungkapkan sejarah keterbentukan rasa nasionalisme pada awal masa kebangkitan nasional.

2. Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan

Selanjutnya adalah novel pertama yang dibuat oleh penulis novel kenamaan Eka Kurniawan, yang berjudul Cantik Itu Luka. Novel yang berlatar belakang waktu saat Indonesia bahkan belum merdeka ini menceritakan kisah Dewi Ayu dan ke-empat anaknya.

Secara singkat, pada saat Belanda mengalami kekalahan perang, Ayu Dewi yang merupakan gadis cantik keturunan belanda ini dipaksa menjadi PSK oleh tentara jepang. Eka Kurniawan dengan manis mengemas kisah nasib anak-anak manusia dalam gelombang sejarah manusia ini, juga kental dengan beberapa legenda di Indonesia yang sudah ada sejak dahulu kala. Ia juga dengan gamblang menuliskan ke-absurditas kecantikan yang ada di wajah perempuan.

3. Laut Bercerita oleh Leila S. Chudori

Buku sejarah Indonesia ini merupakan novel dengan tema persahabatan, keluarga, dan cinta para tokoh-tokoh yang turut aktif dalam demo di tahun 1998. Diceritakan kisah pilu aktivis-aktivis 1998 yang sempat merasakan keributan di Indonesia. Novel ini memiliki dua Point Of View, sehingga membuat pembaca tidak bosan dan bingung dalam membacanya.

Berikut adalah beberapa rekomendasi buku novel sejarah Indonesia, mana-kah karya favorite kalian untuk belajar sejarah Indonesia?

Cerita Buku Bersejarah oleh Rais SUharto

Cerita Buku Bersejarah oleh Rais SUharto

Artikel ini tentang sebuah novel yang memiliki beberapa tema yang sering terlihat dalam jenis sastra Indonesia lainnya. Subyeknya adalah kehidupan Nur Indayah, yang memulai hari-harinya di pasar di kota kelahirannya. Di usia paruh baya, Nur Indayah pindah ke bagian lain Jawa sendirian untuk menjalani Situs judi slot bet kecil hari-harinya dan meninggal di sana. Novel ini memiliki banyak kesejajaran dengan novel-novel Indonesia lainnya maupun sastra non-Indonesia lainnya. Ini terutama mengeksplorasi konsep identitas diri melalui berbagai orang dan perjalanan mereka sepanjang hidup mereka. Artikel ini berfokus pada tema identitas diri yang dirasa kurang oleh banyak orang di Indonesia dan bagaimana orang dapat menemukan dan mencapainya melalui berbagai peristiwa dalam hidup mereka.

Buku Bersejarah

Cerita Buku Bersejarah oleh Rais SUharto

“Cerita Buku Bersejarah” adalah sebuah novel yang ditulis oleh penulis Indonesia Rais Suharto (1933–2007). Bercerita tentang Nur Indayah, yang hijrah dari Aceh ke Jawa dan akhirnya ke Semarang, di seberang Jawa. Penulisnya, Rais Suharto, juga menulis novel lain tentang kehidupan Nur Indayah seperti “Cerita Buku Bersejarah: Semarang”.

Kehidupan Nur Indayah berkisar pada kehidupan pasar tradisional. Di chapter pembuka, dia terlihat berjualan di sebuah pasar di Aceh dan dia bisa menjual semua barang dagangannya. Suaminya datang untuk membeli barang dagangannya di pasar dan dia menjadi istrinya setelah dia membayar harganya. Ketika dia bertanya apa yang terjadi dengan semua uang yang dia berikan, Nur Indayah menjawab, “Saya pasti senang dengan uang itu.”

Rais Suharto merasa bahwa sudut pandang Nur Indayah sangat https://slotonline.sg-host.com/ menarik dan penting bagi pembaca Indonesia untuk memahami Nur Indayah sebagai orang normal seperti mereka. Dia terlihat sebagai wanita normal dan bukan sebagai janda atau bahkan sebagai wanita tua di usia tua. Hidupnya berputar di sekitar pasar tradisional dan fokus utama hidupnya adalah menjual barang dagangannya.

Suami Nur Indayah, Salim, pindah ke Semarang saat Nur Indayah pindah. Dia mentransfer uang istrinya dari Aceh ke Semarang dan bertanya apa yang terjadi dengan uang yang dia berikan padanya. Dia menginginkan uang itu karena dia telah meletakkannya di salah satu sepatunya dan dia menginginkannya kembali. Nur Indayah menjawab, “Hanya itu sisa uangku.

Kongres Sarikat Islam , Kongres Nasional Pertama Tahun 1916 Di Bandung

Kongres Sarikat Islam , Kongres Nasional Pertama Tahun 1916 Di Bandung

Kongres Sarikat Islam – Kurang lebih dalam sepekan , mulai dari tanggal 17 hingga 24 Juni 1916 , terjadi sebuah pertemuan atau yang kita kenal dengan Kongres Sarikat Islam di alun alun kota Bandung.

Panitia Kongres bertekad membuat waktu itu juga menjadi pekan untuk berpesta. Gubuk-gubuk dibangun berderet dalam garis yang rapih, dimana dipamerkan dan dijual macam-macam barang kerajinan rakyat. Tak ketinggalan juga sebuah buffet untuk menjual berbagai makanan dan minuman untuk para pengunjung kala itu. Hasil bersih dari usaha itu akan disumbangkan ke Sekolah Agama Islam yang belum berselang lama didirikan.

Kongres Sarikat Islam , Kongres Nasional Pertama Tahun 1916 Di Bandung

Para pengunjung yang terdiri dari segala lapisan masyarakat , baik lapisan atas ataupun bawah ramai membanjiri tempat itu seperti layaknya pasar malam. Para ibu guru dari Sekolah Keutamaan Putri ditugaskan untuk melayani tamu-tamu yang datang di buffet untuk menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan. Dengan pakaian yang rapih an tindak-tanduk yang sopan serta hormat, para ibu guru berhasil memperlihatkan kecantikan lahir dan batin mereka.

Di siang hari , diadakan sebuah perlombaan olahraga di alun alun , sedangkan malam harinya diadakan pertunjukan bioskop atau wayang. Penerangan diatur sesempurna mungkin sehingga hampir tidak ada bedanya waktu siang dan malam.

Sejarah singkat Sarekat Islam - masrafli.com

Kongres Sarikat Islam yang berlangsung pada pekan itu lengkapnya dinamakan Kongres Nasional Pertama Central Sarikat Islam. Sarikat Islam, yang didirikan pertama di Surakarta dalam tahun 1905, sangat menarik perhatian umum, sehingga dilain-lain tempat orang juga ingin mendirikan perkumpulan-perkumpulan dengan maksud dan tujuan yang sama.

Izin diberikan oleh Pemerintah Kolonial pada tahun 1912 , atau lebih tepat baru disahkan sebagai badan hukum (rechtspersoon) dalam tahun 1912. Badan hukum itu akhirnya resmi di sahkan hanya untuk Sarikat Islam setempat demi setempat atau secara lokal. Dan dua tahun setelahnya yaitu 1914 , Central Sarikat Islam disahkan sebagai badan hukum yang meliputi seluruh tanah air. Karena hal ini diadakan kongres di tahun 1916 yang telah meliputi Sarikat Islam di seluruh Hindia Belanda.

Kongres Nasional Pertama Central Sarikat Islam ini dihadiri oleh 80 utusan dari Lokal Sarikat Islam dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali dan Sulawesi , jumlah yang cukup banyak saat itu.

Kongres tersebut terdiri dari 3 macam rapat yaitu :

  1. Rapat pendahuluan pada hari Sabtu, tanggal 17 Juni 1916 dan rapat-rapat tertutup. Rapat-rapat ini hanya dihadiri oleh anggota dari Pimpinan Pusat, atau dengan nama yang dipakai waktu itu “Centraal Bestuur”
  2. Dua rapat terbuka di alun-alun, pada hari Minggu, tanggal 18 Juni dan Senin,19 Juni 1916, dimana tiap-tiap orang dapat datang dan mendengarkan pidato-pidato yang diadakan.
  3. Enam rapat di salah satu bangsal dari Societiet Concordia, yang hanya dapat dihadiri oleh para utusan dan anggota-anggota Sarikat Islam Lokal, serta undangan dan utusan dari pergerakan sahabat dan pers.

Yang terpenting dari kongres ini untuk sejarah perkembangan politik di Indonesia adalah pidato Ketuanya Tjokroaminoto yang diucapkan pada rapat umum di alun-alun pada hari Minggu tanggal 18 Juni 1916.

Beberapa bagian dari pidato Tjokroaminoto, yang seluruhnya makan waktu dua jam, yang dikutip disini :

Semakin lama, semakin tambah kesadaran orang, baikpun di Nederland maupun di Hindia, bahwa “Pemerintahan sendiri” adalah perlu. Lebih lama lebih dirasakan, bahwa tidak patut lagi Hindia diperintah oleh Nederland, seperti tuan tanah mengurus persil-persilnya. Tidak patut lagi untuk memandang Hindia sebagai sapi perasan, yang hanya mendapat makan karena susunya; tidak pantas lagi untuk memandang negeri ini sebagai tempay untuk didatangi dengan maksud mencari untung, dan sekarang juga sudah tidak patut lagi, bahwa penduduknya, terutama putera-buminya, tidak punya hak untuk ikut bicara dalam urusan pemerintahan, yang mengatur nasibnya

Kita menyadari dan mengerti benar, bahwa mengadakan pemerintahan sendiri, adalah satu hal yang sangat sulit, dan bagi kita hal itu laksana suatu mimpi. Akan tetapi bukan impian dalam waktu tidur, tapi harapan yang tertentu, yang dapat dilaksanakan JIKA KITA BERUSAHA DENGAN SEGALA KEKUATAN YANG ADA PADA KITA, dan dengan memakai segala daya upaya melalui jalan yang benar dan menurut hukum”.

Di bawah Pemerintahan yang tiranik dan dholim, hak-hak dan kebebasan itu dicapai dengan REVOLUSI, sedang dari suatu pemerintahan yang bijaksana dengan EVOLUSI”.